Pengenalan Musuh Hidayah
Musuh hidayah ialah orang-orang atau makhluk Allah yang matlamat hidupnya ialah untuk menyesatkan orang-orang yang beriman dari jalan Allah. Berbagai strategi yang mereka lakukan untuk mempengaruhi manusia dari memperhambakan diri kepada Allah. Dalam kehidupan manusia yang beriman ini, terdapat 5 musuh hidayah yang perlu dia berhati-hati kerana tersilap langkah orang-orang yang iman ini akan terpesong aqidahnya, terbatal iman, lupus amalannya dan matinya dalam keadaan Allah murka kepadanya serta tempatnya adalah neraka Allah, na'uzubillah..
5 musuh hidayah ini ialah:
1. Nafsu
2. Syaitan
3. Orang-orang kafir
4. Orang-orang munafik
5. Orang-orang islam yang fasik, zalim dan sentiasa dalam maksiat
Pada hari ini, suka saya membangkitkan persoalan munafik ini kerana 3 musuh hidayah yang awal iaitu nafsu, syaitan dan orang-orang kafir, kebanyakan daripada kita telah lama mengenali mereka. Insyallah di masa akan datang jika ada kesempatan, akan saya huraikan lebih lanjut. Bagi saya masalah orang-orang munafik ini lebih penting untuk kita kenali kerana sebelum ini kita hanya mengetahui 3 ciri-ciri munafik dalam satu sahaja hadis nabi yang mengatakan:
1. Bila bercakap dia berbohong
2. Bila berjanji dia berdusta
3. Bila diberi amanah dia khianat
Perlu juga diingatkan bahawa tujuan saya menyatakan ciri-ciri munafik ini adalah untuk kita memuhasabah diri kita sendiri, lihat dalam diri kita sedalam-dalamnya adakah kita memiliki satau atau beberapa ciri munafik ini. Bukannya dengan melihat kepada orang lain lalu menuduh orang ini munafik, orang itu munafik, ingatlah sekiranya tuduhan kita tersasar, tuduhan tersebut akan kembali kepada diri kita sendiri.
Sebenarnya banyak lagi ciri-ciri munafik yang dinyatakan oleh Allah dalam Al-Quran dan Hadis rasulNya, bukan setakat 22 ciri sahaja. 22 ciri ini adalah merupakan ciri penting yang terdapat nasnya di dalam Al-Quran, kalo nak ikut nas Hadis tidak terkira banyaknya sifat-sifat munafik ini. Antara sifat-sifat munafik ini ialah:
1. Bercakap tentang melaksanakan Islam tetapi bohong untuk kepentingan dunia, (Baqarah: 8-30).
2. Berwajah Islam dengan orang Islam dan berwajah kafir dengan orang kafir, (Baqarah: 8-30).
3. Mereka benci bila Islam menang dan gembira bila Islam kalah. Ali 'Imran: 120, Mereka berasa sedih hati dan bermasam muka bila umat Islam mendapat kemenangan dan kebaikan dan berasa gembira bila umat Islam menerima musibah.
4. Mereka benci kerja-kerja jihad dan mati syahid, kerana ini sifat orang beriman, jihad kerjayanya dan mati syahid adalah cita-cita teertingginya. An-Nisaa': 60-61, kenapa kamu tidak melihat kepada orang-orang yang mengaku beriman pada kitab Allah tetapi mereka masih ingin berhukum dengan hukum Taghut, mereka itulah berada dalam kesesatan yang jauh. Bila diseru mengambil apa yang diturunkan oleh Allah mereka berpaling dan menyekat pelaksanaannya.
5. Halang melaksanakan hukum Allah. An-Nisaa': 83, Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).
6. Suka menyebarkan berita buruk tentang umat Islam kepada orang kafir juga memfitnah orang-orang yang beriman. Sifat orang Islam sepatutnya kene menutup keaiban orang Islam yang lain. An-Nisaa': 138-139, Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.
7. Berwalikan pada orang kafir, orang-orang beriman berwalikan kepada ulama, yang mana ulama Ulama berwalikan Nabi s.a.w. dan nabi s.a.w. berwalikan Allah. An-Nisaa': 140, Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.
8. Suka mempermain dan memperolok-olokkan apa yang diturunkan oleh Allah dan RasulNya. Orang-orang yang beriman sepatutnya mempertahankan apa yang diturunkan oleh Allah. Al-Mu'min: 83, Maka tatkala datang kepada mereka rasul-rasul (yang diutus kepada) mereka dengan membawa ketarangan-keterangan, mereka merasa senang dengan pengetahuan yang ada pada mereka dan mereka dikepung oleh azab Allah yang selalu mereka perolok-olokkan itu.
9. Mengharapkan umat Islam ditimpa musibah dan bencana. An-Nisaa': 141, (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu ?" Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.
10. Mereka menipu Allah, padahal mereka menipu diri mereka sendiri. An-Nisaa': 142, Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.
11. Melantik orang kafir Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin dan membantu mereka menentang Allah. Al-Maidah: 51, Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
12. Dalam peperangan mereka meminta izin untuk balik dengan berbagai-bagai alasan, mereka berpaling dari berjihad pada jalan Allah dan ragu-ragu tentang fardhu jihad itu sendiri. At-Taubah: 45, Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.
13. Suka menyakiti Nabi s.a.w., tidak suka dengan sirah perjalanan hidup dan dahwah Nabi s.a.w. At-Taubah: 61, Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan: "Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya." Katakanlah: "Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu." Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih.
14. Mempermain, mempersenda dan mengecam orang-orang yang beramal dengan ajaran Islam. At-Taubah: 64, Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.
15. Saling bantu membantu menyuruh kepada mungkar dan mencegah ma'ruf. Taubah: 67, Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.
16. Keluar dari mulut mereka kalimah-kalimah kufur berbentuk diak percaya kepada Allah dan RasulNya, Quran dan Hadis nabi. At-Taubah: 74, Mereka (orang-orang munafik itu) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Sesungguhnya mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan telah menjadi kafir sesudah Islam dan mengingini apa yang mereka tidak dapat mencapainya, dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul-Nya), kecuali karena Allah dan Rasul-Nya telah melimpahkan karunia-Nya kepada mereka. Maka jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan jika mereka berpaling, niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan akhirat; dan mereka sekali-kali tidaklah mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi.
17. Sempit dada terhadap ajaran Islam, tak boleh terima apa yang Allah turunkan. At-Taubah: 124, Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?" Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.
18. Berusaha bersungguh-sungguh untuk melaksanakan perkara keji dan mungkar, sebarkan maksiat serta beri sokongan kepada program maksiat. An-Nuur: 11-12, Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahawa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar. Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata".
19. Bila diajak kepada hukum Allah dan rasulNya, mereka tidak mahu berhukum dengan hukum Allah kecuali pada hukum yang menguntungkan mereka sahaja. An-Nuur: 48-51, Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan rasulNya, agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rasul dengan patuh. Apakah (ketidak datangnya mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karana) mereka ragu-ragu ataukah (karana) takut kalau-kalau Allah dan rasulNya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim. Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasulNya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh." Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
20. Tidak yakin pada janji Allah bahawa Islam akan diberi kemenangan. Al-Ahzab: 20, Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu itu datang kembali, niscaya mereka ingin berada di dusun-dusun bersama-sama orang Arab Badwi, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu. Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidak akan berperang, melainkan sebentar saja.
21. Mentaati orang-orang yang bermusuh dengan Islam. Muhammad: 26, Yang demikian itu karana sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): "Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan", sedang Allah mengetahui rahsia mereka.
22. Yakin orang Islam tidak akan ditolong oleh Allah. Al-Fath: 6, dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.
23. Mengintai-ngintai musibah dan bala bencana terhadap umat Islam. Al-Hadid: 14, Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?" Mereka menjawab: "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.
24. Benci beristighfar dan bertaubat kepada Allah, mereka juga tidak suka kepada qiaumullail dan bermunajat kepada Allah. Munafiquun: 5, Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.
25. Menghalang orang lain mengeluarkan harta pada jalan Allah. Munafiquun: 7, Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)." Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami.
Sekianlah 25 sifat orang-orang munafik yang dinyatakan oleh Allah di dalam Al-QuranNya. Setelah kita mengetahui sifat-sifat orang munafik ini barulah kita boleh berjihad kepada mereka. Oleh itu cara-cara berjihad kepada mereka akan diterangkan dalan siri yang akan datang jika diizinkan Allah.
Sekian, wassalam,
Al-Midyaan...
No comments:
Post a Comment